Psikologi Warna Dalam Dunia Desain Grafis

Psikologi Warna Dalam Dunia Desain Grafis  Psikologi Warna Dalam Dunia Desain Grafis


Psikologi Warna Dalam Dunia Desain Grafis – Warna yaitu elemen yang penting dalam dunia desain grafis. Warna akan memperlihatkan sifat dan mood dari sebuah karya. Seandainya dunia ini tidak ada warna, tentu akan terlihat suram dan menyedihkan.  Setiap warna yang ada mempunyai psikologi warna tersendiri yang bisa mewakili perihal perasaan. Meskipun dibeberapa negara simbol warna  mempunyai arti yang berbeda, namun sebuah warna bisa mempunyai makna tertentus secara umum.

  • Psikologi Warna:    Merah    

Warna yang paling emosional dan cenderung ekstrem. Menyimbolkan agresivitas, keberanian, gairah, kekuatan, bersemangat, enerjik, dinamis, komunikatif, aktif, kegembiraan, dan mewah.  Sifat yang mewakili dengan penggunaan warna merah. Warna merah mempunyai imbas untuk menstimulasi sebuah perhatian serta merangsang kelenjar adrenal, sampai meningkatkan detak jantung. Sehingga merah biasa dipakai untuk menarik perhatian. Merah juga sering kali dimaknai cinta, percaya diri, kekuatan,  dramatis, panas, perjuangan, dan berani. 
Khusus untuk warna merah terang, warna ini bisa menggambarkan kerasnya keinginan atau keinginan. Jka dilihat dari sisi negatifnya, penggunaan terlalu banyak warna merah cenderung memperlihatkan sifat berangasan dan menuntut. Kemarahan dan nafsu juga yaitu emosi lain yang umumnya tergambarkan dari penggunaan warna merah. Beberapa sisi negatif lain yang bisa muncul dari penggunaan warna merah yaitu dominasi, teriakan, persaingan, kekerasan dan penolakan/pertentangan.

  • Psikologi Warna:   Kuning   


Warna kuning yaitu warna optimis, namun warna ini yang paling sulit ditangkap oleh mata. Kuning yaitu warna yang ceria, melukiskan kegembiraan, suasana penuh suka cita, berenergi, dan antusiasme. Secara alami kuning mengatakan imbas psikologi berupa kegembiraan, kegembiraan yang ditimbulkan warna ini sendiri yaitu yang paling besar kalau dibandingkan dengan warna lainnya. Warna ini juga akan menarik perhatian, meskipun tidak sebesar warna merah. Childish atau kekanak-kanakan yaitu pelambangan yang sesuai dengan warna ini. Warna ini bisa memancarkan kehangatan, mendorong pengekspresian diri, memberi inspirasi,  dan kemampuan intelektual.

Warna kuning secara umum sanggup meliputi makna kekeluargaan, persahabatan, keleluasaan, santai, spontanitas, sosial, mendominasi,  rasa ingin tahu, toleran, sampai cita-cita, optimisme, kepercayaan diri, harga diri, ekstraversi, kekuatan emosional, keramahan, kreativitas, imajinatif, masa muda, kedermawanan, dan semangat yang tinggi.

Sedangkan kalau dilihat dari sisi negatifnya, kuning akan mengatakan evaluasi berupa sikap yang berubah-ubah, dan kurang sanggup dipercaya. Makna-makna negatif lain yang bisa timbul dari warna ini antara lain : Irasionalitas, ketakutan, kerapuhan, emosional, depresi, kecemasan, dan bunuh diri. 

  • Psikologi Warna:    Hitam   


Hitam yaitu warna yang berpengaruh yang membangkitkan otoritas,  keberanian, kekuasaan, keanggunan dan gaya. Dalam dunia fashion, warna hitam popular alasannya yaitu menciptakan orang menjadi tampak langsing. Warna hitam bisa juga berati tunduk.  Dalam kaitannya dengan religi, seorang imam menggunakan warna hitam bisa dimaknakan ia tunduk kepada Tuhan.  Disisi lain, warna hitam berarti sangat kuat, pemakainya akan terlihat jahat dan menyeramkan. Penjahat atau drakula sering menggunakan warna hitam sebagai simbol keabadian mereka.

Hitam yaitu warna yang merepresentasikan kekuatan, percaya diri, glamor, keamanan, emosional, efisiensi, substansi, maskulin, , sifat dramatis, melindungi, keabadian, kemisteriusan, klasik, dan kecanggihan. Meskipun sering nampak suram dan menakutkan, namun hitam dengan penggunaan yang sempurna akan bisa menimbulkan kesan elegan.
Dan kalau dipakai dalam intensitas besar warna ini bisa menimbulkan perasaan tertekan. Disisi lain, hitam jua melambangkan berhentinya kehidupan, yang bisa mengatakan pemaknaan kondisi hampa,  kegelapan, kebinasaan, kematian, kerusakan, duka, kemurungan, atau kepunahan.

  • Psikologi Warna:    Putih    


Putih yaitu warna perdamaian. Simbol kepolosan, kemurnian, kesederhanaan, kesucian.  Warna yang sangat terkenal di dunia mode alasannya yaitu warna putih akan Nampak bercahaya, netral dan bisa dikombinasikan dengan warna apapun.  Begitu juga dalam desain grafis, warna putih sering dipakai sebagai teks yang kontras pada latar belakang warna yang lebih gelap.
Putih, melihat warna ini akan mengatakan pengertian perihal keaslian, kemurnian, kesucian, perihal kesan yang ringan, kepolosan, dan kebersihan. Dalam makna negatifnya, kita bisa mencicipi perasaan dingin, steril, atau terisolasi dengan penggunaan warna putih.

Secara psikologis, putih bisa mengatakan imbas meredakan rasa nyeri, steril, juga menghadirkan aura kebebasan dan keterbukaan. Alasan ini salah satu yang mendasari kebanyakan rumah sakit dan pekerja rumah sakit menggunakan warna putih. Disisi lain, warna putih kalau dipakai hiperbola sanggup pula memberi imbas rasa sakit kepala dan kelelahan mata, alasannya yaitu cahaya yang dipantulkan warna ini.
 

  • Psikologi Warna:    Biru    


Warna langit dan laut, salah satu warna paling popular diantara yang lain. Biru melambangkan kewenangan, martabat, keamanan dan kesetiaan. Warna biru yang tenang menimbulkan badan memproduksi materi kimia yang menenangkan, sehingga kadang dipakai dalam kamar tidur. Orang  juga lebih produktif di ruangan biru. Studi memperlihatkan angkat besi bisa menangani beban lebih berat di sentra kebugaran biru. Jika dipakai dalam desain logo, biru banyak dipakai sebagai warna mayoritas logo pemerintahan, pendidikan dan medis.

Ketenangan, kepercayaan, keyakinan, keseriusan, dan professional menjadi citra yang nampak dari penggunaan warna biru, hal ini membuatnya menjadi salah satu warna yang sering kali dikaitkan dengan dunia bisnis, khususnya bisnis-bisnis yang mengedepankan keseriusan dalam pekerjaannya. Penggunaan warna biru yang lebih muda mengatakan imbas kepercayaan yang lebih dominan, sedangkan warna biru gelap lebih cenderung meningkatkan kesan cerdas pada penggunaannya.

Biru yaitu warna langit akan mengatakan kesan stabil. Secara umum, biru akan diasosiasikan dengan Kecerdasan, komunikasi, kepercayaan, efisiensi, ketenangan, tugas, logika, kesejukan, protektif, kooperatif, refleksi, integritas, dan sensitif.

Gambaran negatif yang cenderung digambarkan dari penggunaan warna ini yaitu sikap dingin, keras kepala, besar hati diri, hirau tak acuh, tidak ramah, kurang emosi. Meski demikian, biru yaitu warna yang paling banyak di sukai di dunia. 

  • Psikologi Warna:    Hijau    


Warna hijau yaitu warna alam dan kesuburan. Warna hijau sendiri melambangkan kesegaran, ketenangan, alam, natural, kesehatan.  Dalam relevansi dengan dunia desain, warna hijau banyak dipakai dalam bidang kesehatan, real estate, konstruksi,  ekologi, konservasi alam dan olahraga semacam golf.

Hijau juga menciptakan nampak bersahabat dengan alam. Memancarkan kesegaran, ketenangan, dan kesejukan. Warna hijau bisa menurunkan stress, dan melambangkan penyembuhan atau kesehatan. Di sisi lain warna ini jua mendorong perasaan empati. Secara umum warna ini bisa juga diartikan sebagai keberuntungan, kehidupan, fertilitas, uang, harmoni, keseimbangan, cinta universal, istirahat, pemulihan, jaminan, kesadaran, lingkungan, keamanan, kedamaian, keinginan, ketabahan dan kekerasan hati.

Sedangkan pada disisi negatif, warna ini bisa menimbulkan rasa terperangkap/tersesat, kebosanan, stagnasi, superior, ambisi, keserakahan, dan kelemahan.

  • Psikologi Warna:    Ungu    


Ungu yaitu warna kerajaan, kemewahan, kekayaan, spiritualitas,  dan kecanggihan. Hal ini juga melambangkan kekuasaan dan kedudukan. bisa juga menjadi warna yang feminin dan romantis.

Warna ungu sering bermakna magis, terasa memancarkan aura misterius, spiritualitas, menarik perhatian, memancarkan kekuatan, meningkatkan daya imajinasi, sensitivitas dan obsesif. Arti yang sanggup dimunculkan dari penggunaan warna ungu yaitu ambisius, martabat, kebenaran, kualitas, independen, kebijaksanaan, kesadaran, visioner, orisinalitas, kekayaan, dan kemewahan.

Ungu yaitu warna yang unik, salah satunya alasannya yaitu jarang sekali ditemukan di alam. Penggunaan warna ini menggambarkan pengharapan yang besar dan kepekaan. Disisi negatifnya, ungu cenderung menampakkan kesan kurang teliti dan kesendirian.

  • Psikologi Warna:   Coklat   


Warna coklat yaitu warna bumi dan alam.  Menunjukkan utilitas, membumi, warna kayu dan kekayaan alam yang berlimpah.

Coklat selalu identik dengan stabilitas, dan keadaan dimana kita sanggup meletakkan kepercayaan pada obyek-obyek yang berwarna coklat. Warna yang menjadi simbol warna Bumi atau biasa juga bersanding dengan warna hijau sebagai warna alam, mengatakan kehangatan, dukungan, rasa nyaman, dan aman. Selain itu kesan sederhana sering muncul pada penggunaan warna ini. Coklat sering mengesankan kondisi matang atau tua, sehingga bisa menimbulkan kesan sanggup diandalkan, elegan, dekat dan kuat.

Sedangkan pada sisi negatifnya, coklat yang terlalu banyak sering kali dimaknai sebagai tidak berperasaan, kurang toleran, menguasai, berat, kaku, malas, kolot, dan pesimis.

  • Psikologi Warna:   Oranye    


Warna oranye yaitu warna matahari dan senja. Oranye melambangkan energi, antusiasme, flamboyan dan perhatian. Sifatnya menarik, cerah, ceria jadi memperlihatkan keterbukaan dan keramahan kepada yang melihatnya.

Orange merupakan simbol interaksi yang bersahabat, penuh percaya diri, keramahan, penuh harapan, dan kreativitas. Warna  ini merupakan adonan antara merah dan kuning ialah warna yang berpengaruh dan hangat, menciptakan penggunaan warna ini memberi rasa nyaman. Secara umum, penggunaan warna ini akan membentuk makna berupa kenyamanan, makanan, kehangatan, keamanan, gairah, kelimpahan, dan kesenangan.

Orange yang hiperbola bisa merangsang sikap hiperaktif, atau menampakkan makna gaduh. Dan isi negatif lain yang bisa muncul dengan penggunaan warna orange yaitu perampasan, frustrasi, kesembronoan, kurangnya intelektualisme, dan ketidak dewasaan.

  • Psikologi Warna :    Merah Muda     


Merah muda atau Pink merupakan warna yang feminin, dalam kondisi normal warna ini hampir selalu berkaitan dengan sesuatu yang bersifat kewanitaan. Warna ini menampakkan sifat kelembutan dan bisa menenangkan. Secara umum merah muda bisa berarti cinta atau kasih sayang, romantisme, ketenangan fisik, memelihara, kehangatan, kewanitaan, simbol kelangsungan hidup manusia.

Dan disisi negatifnya, warna ini kurang bersemangat dan menimbulkan melemahnya energi.


Dengan mengetahui perihal Psikologi Warna Dalam Dunia Desain Grafis, kita akan terbantu untuk memilih warna yang akan kita gunakan dalam karya desain grafis kita. Sebagian isi konten ini saya ambil dari situs www.si-pedia.com. Sekian ulasan saya perihal Psikologi Warna Dalam Dunia Desain Grafis, gampang mudahan bermanfaat dan gampang untuk diterapkan dikala kita ingin berkarya.

Related Posts